Adjie Purbojati Blog

Cerita 2 Minggu di Kampung Inggris Pare

Introduction

Adjie Purbojati

Adjie Purbojati

Adalah seorang mahasiswa yang berusia 19 tahun. Dia suka nge-blog semenjak kelas 2 SMP. Dan sampai sekarang masih berkutat dengan hal tersebut.


LATEST POSTS

Transfer Antar Bank Tanpa Biaya dengan Flip 30th July, 2017

Semangat Secangkir Kopi, Untuk Menjadi Gravitasi Hidup Sehat 20th April, 2017

Uncategorized

Cerita 2 Minggu di Kampung Inggris Pare

Posted on .

Setelah melakukan registrasi di internet untuk periode tanggal 10 Juli selama dua Minggu, gua dan Luthfil teman sepermainan berangkat ke Kampung Inggris, Pare Kediri.

Kursus dan Penginapan

Gua mengambil kursus di The Daffodils dan fokus untuk mengambil speaking. Itu bukan tanpa alasan, kursus itu gua ambil berdasarkan rekomendasi teman yang telah duluan kesana. Gua lebih suka dan mantap jika sudah direkomendasikan. Haha.

Kemudian untuk soal penginapan, gua pilih Camp. Gua menginap di Camp 7 Alfalfa. Belakangan baru gua tahu ternyata masih satu manajemen dengan The Daffodils. Soal harga, akan gua rincikan di bawah ya.

Belajar di The Daffodils rasanya…

Saat itu gua ambil dua materi kursus. Which is mulai jam 7 pagi dan selesai jam 12 siang. Itu ada jedanya ya. Amat sangat berat untuk bisa hadir di kelas pagi jam 7. Gimana nggak berat, biasanya aja jam 9 baru bangun.

Kelas pertama adalah kelas Pronunciation. Miss Dina yang menjadi tentor kami waktu itu. Kesan pertama, gua nggak yakin sih karena penampilan beliau yang nggak meyakinkan, haha. Tapi setelah blio bicara, yassalam mantap kali pronunciation nya! Saya belajar banyak hal mengenai pengucapan yang benar, yang selama ini nggak pernah gua ketahui.

Kelas yang kedua mulai pukul 10 pagi, kalo nggak salah. Kelas kedua adalah kelas Speak Second. Mister Luthfi yang menjadi tentor kami waktu itu. Dari first impression ketemu waktu itu, gua langsung yakin bahwa blio ini mantap. Benar saja, blio mengajarnya sungguh asyik, dan gua jamin pasti semua juga merasakan hal sama seperti gua.

Well soal teman kursus, gua dapat teman macam2 dari berbagai latar belakang. Mahasiswa, kerja, dan pengangguran juga ada seperti gua. Soal bahasa Inggris mereka gimana? Percayalah, mereka datang kesini itu karena mereka nggak bisa!. Banyak yang mau ngomong English itu mikirnya lamaaa banget. Tapi ya itulah namanya belajar. Dan yang gua salut, semua orang disini sangat respect sama teman2 yang gak bisa ngomong Inggris sekalipun.

Ya, mereka nggak pernah yang namanya ngremehin, apalagi nyindir2. Dan yang paling gua suka lagi, disini gua dibuat nggak merasa minder lagi buat ngomong English. Beda banget sama di kampus yang takut salah tiap kali mau ngomong Inggris.

Soal penginapan, beginilah rasanya menginap di Camp Alfalfa.

Adzan subuh berkumandang, entah siapa si kampret yang bangunin dengan metode sangat menyebalkan itu. Bayangin aja, dia bangunin sambil mukul2 botol Aqua ukuran tanggung. Suara botol diremas itu lho yang bikin sakit ati. Sambil keliling dan bilang “wake up.. wake up mister..”. Tapi sejujurnya gua terima kasih banget sama dia. Kalo nggak ada dia mungkin gua nggak bakalan bisa bangun buat sholat subuh. Belakangan baru gua tahu ternyata dia anak pesantren. Gua yakin pasti metode botol Aqua tanggung itu dia dapat darisana. Namun cobaan nggak berhenti disana. Camp 7 yang letaknya di pinggir sawah, serta lokasi Pare yang dikelilingi gunung, bikin suhu disana dingin banget. Sumpah. Udah gitu kamar kami di lantai dua. Sholatnya di balkon pula.

Kegiatan di Camp Kegiatan pertama ialah sholat subuh seperti yang gua ceritakan diatas. Dilanjutkan dengan morning class. Lha ini juga kampret. Gua kan biasanya jam 9 baru bangun, lah ini jam lima pagi disuruh belajar. Uasuu.. mata sambil sayup2, dan badan kemulan sarung gua ikuti kelas pagi. Ingat kan gua juga ada kelas di The Daffodils jam 7 pagi?? Hahahaa, kelar lah. Jam setengah 7 gua pamit duluan untuk berangkat kursus. Ingat teman gua Luthfil tadi? Dia bukan camp sama gua, dia nge kost. Untungnya lagi, kost dia itu seberangnya persis the Daffodils. Paling sepelemparan sempak juga sampai.

Siang, ada kelas lagi di Camp. APEC namanya, apa sih kepanjangan nya lupa gua. Itu hanya di ikuti oleh member baru selama dua minggu. Sore abis isya, ada kelas pagi. Evening class namanya. Tentor kami waktu itu namanya Mr Khan. Keren juga blio ngajarnya, santai.

Malam, belum kelar kampret. Masih ada kelas lagi. Yang ini gua lupa sih namanya, jarang ikut soalnya hahaha. Sekali gua ikut waktu itu adalah Bed Time story. Bener gak penulisannya? Jadi beberapa orang terpilih disuruh cerita di depan semua warga Camp. Dan juga ada jurinya dari teman sendiri. Setelah itu, tidur. Iya tidur bagi yang bisa tidur. Kalo kayak gua ini ya, tunggu dinihari baru tidur. Oh ya, disana sekamar itu tiga orang. Kebetulan saat itu gua sekamar sama orang Thailand. Weh ada orang internasional nya juga?? Pasti bahasa Inggris nya keren deh. Jangan salah, karena seperti yang gua bilang tadi, semua yang kesini itu untuk belajar, ya pasti nggak bisa. Tapi untungnya dia sudah punya bekal bahasa Inggris, setidaknya untuk bertahan hidup lah disana. Haha. Belakangan juga baru gua tahu, ternyata banyak orang Asean yang belajar disini. Thailand sih kayaknya yang paling banyak.

Makanan di Pare

Bagi teman2 saya yang tinggal nya di Jakarta atau luar Jawa, bilang kalau harganya makanan disini sangat murah. Tapi bagi gua sendiri yang biasanya tinggal di Jogja, makanan disini standar sih. Makanan disini dengan lauk standar seperti telor atau ayam hanya dipatok harga 7000-11.000 rupiah. Murah bukan? Ya memang karena disini rata2 pelajar yang notabene belum punya penghasilan sendiri. Tapi untuk rasa, masih kalah sih sama masakan Jogja. Hahaha.

Lingkungan di Pare kayak apa sih?

Well, lingkungan disini sangat ramah banget. Yang paling kerasa adalah religius banget. Terutama islam Nahdlatul Ulama. Karena menurut cerita memang founding fathers Kampung Inggris adalah kiyai NU. Mungkin ya, jika Anda non Islam, sebaiknya cari tempat tinggal yang banyak non Islamnya. Agar Anda nyaman, nggak terganggu aktivitas umat Islam yang beribadah.

Disini banyak banget Cafe tempat nongkrong gitu. Harganya pun standard menurutku. Dan tiap malam cafe selalu berlomba untuk menampilkan musiknya.

Sewa sepeda

Nah, untuk menunjang aktivitasmu disana, banyak tempat yang menyewakan sepeda. Harganya mulai 50.000-100.000 untuk sebulan. Saranku sebelum deal, cek dulu ya sepedanya. Seperti remnya pakem atau nggak. 😀

Aktivitas weekend

Semua kursus di Pare kayaknya sudah sepakat bahwa jadwalnya itu hanya Senin-Jumat. Karena, setiap weekend disana pasti sepi! Usut punya usut, ternyata mereka pada liburan. Ya, banyak sekali destinasi wisata dekat sana. Malang, Kawah Ijen, Gunung Bromo, dan masih banyak lagi. Dan..kamu nggak perlu khawatir gimana berangkat untuk have a weekend ke tempat wisata. Banyak jasa travel yang open trip ke tempat tersebut. Pasti selalu ada. Saya berangkat ke Bromo, bayar bersih hanya 150.000. Itu sudah termasuk sewa Jeep untuk naik gunung. Murah kan? Padahal 2 hari loh.

Rincian Biaya 2 Minggu Hidup di Pare Kediri

Alfalfa Camp : 450.000

Kursus The Daffodils : @175.000

Makan Sehari-hari : @8.000

Sewa Sepeda : 70.000

Trip ke Bromo : 150.000

Trip ke Jatim Park 1 : 60.000

Cerita dalam foto

Teman Kelas di Speak Second The Daffodils

Teman Kelas di Speak Second The Daffodils

Suasana dalam kelas The Daffodils

Suasana dalam kelas The Daffodils

Diatas adalah foto ketika melihat sunrise di Bromo

Suasana Kampung Inggris pagi hari di hari kepulanganku

Selagi muda, berpetualanglah ke tempat2 baru. Banyak hal yang akan kamu dapatkan, teman, pengalaman dan ilmu baru.

Aku tunggu ceritamu di Kampung Inggris ya!

Adjie Purbojati

Adjie Purbojati

https://purbojati.my.id/

Adalah seorang mahasiswa yang berusia 19 tahun. Dia suka nge-blog semenjak kelas 2 SMP. Dan sampai sekarang masih berkutat dengan hal tersebut.

There are no comments.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

View Comments (0) ...
Navigation