Adjie Purbojati Blog

Jalan-Jalan

Merasakan Ramainya Bangkok dan Seksinya Hua Hin Selama 10 Hari

Posted on .

Merasakan Ramainya Bangkok dan Seksinya Hua Hin Selama 10 Hari

Introduction

Sebagian besar dari remaja dua puluhan seperti saya mungkin pernah memiliki impian untuk bisa ke luar negeri. Entah apapun alasannya. Alasan saya ke luar negeri pun simpel saja. Ingin tahu masyarakat sana tuh kayak apa sih. Dan syukur Alhamdulillah, saya termasuk salah satu orang yang beruntung bisa merasakan macetnya Bangkok, seksinya Hua Hin dan megahnya Kuala Lumpur.

Perjalanan itu berawal dari Salma, dia mendapat beasiswa untuk penelitian di Thailand dari kampusnya. Saya pun terbersit pikiran untuk menyambanginya, karena selain untuk melepas rindu juga sekalian liburan kan?. Tapi nggak mungkin saya berangkat sendiri, saya tak kuat mengatasi ke-gabut-an jika berangkat sendiri. Saya ajak Luthfil yang dulu juga pergi bareng ke Kampung Inggris Pare untuk belajar bahasa Inggris.

Proses pemilihan tiket itupun dimulai…

Saya nggak akan beberkan harga tiket yang saya dapatkan berapa, karena selain nggak ingat, saya juga lupa. Lah sama aja :D. Tapi kebetulan masih ingat tanggalnya, karena saya catat di white board dinding kamar. Kira-kira begini tanggal dan rutenya.

  1. 12 September | Jogja – Jakarta
  2. 13 September | Jakarta – Bangkok ( transit di KL )
  3. 21 September | Bangkok – Kuala Lumpur
  4. 25 September | Kuala Lumpur – Jogja

Kami bukan karyawan, so waktu kami sangat luang dan nggak terpaku oleh aturan cuti dari kantor atau apapun itu. Jadi kami pilih tanggal dengan harga paling murah. Untuk uang saku, saya membawa sekitar 2000 baht, which is sekitar hampir 3 jutaan dalam rupiah.

Itinerary-nya gimana?

Well, saya nggak bisa menyusun yang namanya itinerary. Karena selain nggak tau mau kemana, ini juga pertama kalinya keluar negeri. So, ya let it flow aja sih. Mengandalkan Google Trip, gilak ini apps ngebantu bangetz. Namun bukan berarti tanpa perencanaan ya. Saya merencakan kira2 begini.

2 Hari Pertama : Wisata Kota Bangkok ( Mengenal candi-candi )

3 Hari Kedua : Ke selatan Thailand, Hua Hin ( Melihat sisi lain Thailand )

2 Hari Ketiga : Night Life, Khaosan Road ( Kurang afdhol bila belum ketemu Ladyboy )

2 Hari Keempat : Istirahat, cari hotel yang dekat bandara pulang ( Isi stamina utk di Malaysia )

Gimana? Udah keliatan traveler beneran?

Hari pertama sampai…

Tiba di bandara Don Mueang Bangkok pada tanggal 13 yakni hari Rabu. Saya di jemput Salma di Bandara. Kemudian karena kita generasi millenial yang nggak bisa dan nggak mungkin bin mustahil lepas dari yang namanya koneksi internet, maka Lutfil membeli kartu perdana khusus untuk Traveler dan hanya berlaku selama 10 hari. Harganya berapa juga saya lupa. Koneksinya unlimited tapi ada FUP-nya. Kesan pertama di Bangkok, ternyata benar. Ceweknya cakep-cakep haha. Ini serius.

Setelah itu kami naik bis jurusan Victory Monument, karena kami menginap di hotel dekat sana. Kenapa pilih dekat Victory Monument? Karena kata Salma disini gampang untuk nyari transportasi. Kami menginap di The Motley House. Hostel yang estetik dan kesannya Thailand banget.

jalanan thailand

Suasana jalanan di Thailand

jalanan thailand

Yang di depan itu, namanya TukTuk. Kendaraan khas sini, mirip Bajaj lah kalo di Jakarta

bangkok thailand

China Town Bangkok

Hari kedua, wisata candi di kota Bangkok

Kami berangkat pukul 10 pagi menggunakan taksi, menuju ke Wat Arun. Kami memasannya menggunakan aplikasi Grab. Karena jika kita naik bis, akan sangat lama namun ya lebih murah. Tapi pertama kali naik taksi, kita kena tipu. Bukannya di turunkan di Wat Arun, kami diturunkan di Candi yang entah apa namanya, yang berjarak sekitar 3 kilometer. Sonnteeee…. Ya gimana lagi, yaudah jalan kaki aja biar kayak turis beneran. Namun dengan jalan kaki kita lebih bisa lebih dekat dengan Thailand sebetulnya. 🙄

Sampai di Wat Arun dengan dibantu Google Maps, ternyata kita masuk dari pintu belakang. Harusnya bayar sekitar 20rb, namun gratis karena lewat belakang. Seperti Candi pada umumnya, Wat Arun ya begitu aja. Karena saya tak terlalu mengerti dengan nilai historis, jadi ya biasa aja.

Selanjutnya adalah Wat Pho, Candi juga seperti sebelumnya. Untuk menuju ke Wat Pho, kita harus menyeberang dengan kapal yang sudah disediakan. Harganya kayaknya 1000 rupiah deh per orang. Di perjalanan saya beli buah nanas yang diperjual belikan potong2 di dalam plastik yang harganya 20 baht. Nanas Bangkok ternyata emang gede. Nggak cuman ayamnya aja.

Penjual buah di jalanan Bangkok. Buahnya segar-segar loh

Menyeberang ke Wat Pho menggunakan perahu. Kalau nggak salah, sekitar 3000 rupiah. Murah banget 🙂

 

Semacam study tour gitu deh, nggak usah salah fokus ke ceweknya ya, Malih!

Hari Ketiga, berangkaaat Hua Hin

Oke. Untuk menuju ke Hua Hin yang jaraknya seperti Semarang – Jogja, kita harus menuju terminal. Mo Chit namanya, semoga bener. Disana kita beli tiket Van, semacam bis mini. Sore kita sampai, dan langsung menuju Hotel. Nama penginapannya The Sukkasem Homestay. Ini juga estetik banget. Homestay pinggir pantai. Jadi keluar dari kamar yang kami lihat adalah hamparan sawah eh lauuut. Seger!

Sukkasem Homestay

Pemandangan di depan penginapan kami, Sukkasem Homestay namanya. Tembok dan lantai pakai kayu, wastafel dan WC-nya juga, Mantap Pak Burhan!

Ke Cicada Night Market, Pasar Yang Bikin Baper

Ini adalah satu-satunya pasar yang bikin baper. Cuma pasar lho ini. Ya, jadi disini suasananya mirip Bandung. Hijau, adem dan seger. Jualan barang2 kerajinan masyarakat sana dan juga tentu saja kulinernya. Dan OMG disini romantis angettt. Gak tau gimana mengungkapkannya, ntar liat di foto aja deh.

Cicada Night Market

Bagian pertama masuk, suasananya agak modern semi minimalis.. Ada wahana atraksi juga

Cicada Night Market

Disana banyak jualan street food, tapi bersih banget gila. Kamu bakalan terpana pokoknya deh. Liat aja tuh alat bakarnya, bersih kan?

Cicada Night Market

Selain makanan, banyak juga yang jual hasil kerajinan tangan. Dan harganya pun murah-murah Pak Eko!

Cicada Night Market

Ada live music nya seperti di Cafe, seakan lupa bahwa ini Pasar! Haha

Cicada Night Market

Rambutnya bagus ya yang baju pink 😀

Hari Ke Empat, Wisata Yang Jarang Terjamah Manusia di Hua Hin

Untuk berangkat kesana, kita rental motor. Harganya sekitar 180 thb. Kita jalan-jalan kesini:

1. Pran Buri Forest Park

Itu adalah tujuan pertama kami. Perjalanan naik motor dari tempat kami menginap mungkin sekitar 30 menit. Jalannya super lancar gan, mana ada macet. Lampu merah aja jarang-jarang. Padahal itu jaraknya sekitar 30an kilometer lebih. Jadi tempat ini adalah semacam hutan bakau. Sangat tersusun rapi, dibuat jalan setapak yang begitu rapi. Serta spot-spot foto yang istimiwir.

Puas di hutan bakau, ternyata disebelahnya ada pantai. Dan pantainya sepi banget! Serius, bukan cuma sepi tapi juga bersih dan indah. Berasa milik pantai pribadi. Saat itu hujan turun, menambah suasana romantis. 😍

Pran Buri Forest Park

Kami menyewa motor dua biji, banyak kok yang menyewakan. keren kan warna motornya

Pran Buri Forest Park

Hutan Bakau! Sepi dan bersih pastinya. Ada beberapa orang juga yang lagi foto pre-wedding disini

Pran Buri Forest Park

Pantai yang nggak tau apa namanya, pada saat itu hanya kita aja dan satu bule Jerman yang lagi selancar

Pran Buri Forest Park

Langitnya mendung ya

2. Ang Kep Nam Khao Tao

Ini adalah tempat ibadah umat Budha. Disana ada patung Dewi Kwan In dan Big Buddha yang sangat big. Istimewanya, kuil atau candi ini berada di pinggir laut dan menghadap laut. Kita kesini nggak ada pengunjung sama sekali. Hanya ngobrol sebentar dengan Biarawati. Anyway ini kali pertama saya ketemu langsung dengan Biarawati. 🙂

Ang Kep Nam Khao Tao

Jalan menuju lokasi, sepi banget ya? Nggak tau deh kalo ada begal gimana

Ang Kep Nam Khao Tao

Pose di depan lokasi, itu tulisan gimana bacanya?

Ang Kep Nam Khao Tao

Patung Dewi Kuan In, yang dulu hanya bisa lihat di film Sun Go Kong

3. Plernwan

Malam kedua di Hua Hin, kita kesini. Semacam bangunan yang dirancang untuk pameran makanan dan tentu saja kerajinan. Sangat bersih dan estetik tentu saja. Belum pernah jumpa seperti ini di Indonesia.

PlearnWan

Semacam gedung, tapi isinya orang jualan makanan serta cinderamata. Asik banget sih suasananya

Hari Kelima, Ke Pantai Hua Hin dan Pulang ke Bangkok

Ke pantai paling cuma jalan sepelemparan sempak dari penginapan. Siang jam 12 kami check-out dan kembali ke Bangkok naik Van yang di pesankan oleh resepsionis penginapan. Baik sekali ibu tersebut, thankyou Bu’. Besok kalo saya jadi presiden, saya kesana lagi tak bawakan Bakpia Jogja.

pantai huahin

Ini pantainya sekitar 20 meter dari penginapan. Jalan kaki saat pagi sekalian balikin motor. Setelah itu kami balik ke Bangkok naik Van yang telah dipesankan oleh penjaga penginapan.

Well, selama dua malam di Hua Hin sebetulnya bukan cuma destinations-nya bikin saya terkesan. Tapi the journey. Serius, perjalanan kita pakai motor, merasakan helm yang gak ada kacanya, jalanan yang sepi, itulah yang membuat kita menyatu dengan Thailand. Lebih intim dengan cuaca disana, hutan disana, jalan disana, udara disana, dan girls disana 🤪. Kalau saya nggak pake motor, gak bakalan bisa merasakan gimana rasa bingungnya buat ngisi bensin disana. Betul apa yang dibilang Rangga pada AACD 2, bahwa backpacking yang berkesan adalah perjalanan untuk mencapai ke tujuannya, suka dukanya, bukan di tujuan itu sendiri. Angkat topi untuk Cinta, eh Rangga.

sukkasem homestay

Pemandangan di penginapan saat bagi hari kepulangan kami 🙁

Masih banyak destinasi yang kita kunjungi disana, cuman nggak bisa aja gimana menyampaikannya. Seperti Khaosan Road, surganya dunia malam. Kemudian Asiatique, semacam pasar malam dipinggir danau. Dan street food lainnya.

Setelah dari Thailand kami lanjut perjalanan ke Malaysia. Kemudian di tahun 2018 kita ke Vietnam. Nantikan cerita kami di Vietnam pada episode selanjutnya.

Salam Kopi Joni

**

Artikel ini saya tulis pada tanggal 29 September 2017, dan baru dipublikasikan setahun setelahnya.

Adjie Purbojati

Adjie Purbojati

http://purbojati.my.id/

Dia suka nge-blog semenjak kelas 2 SMP. Dan sampai sekarang masih berkutat dengan hal tersebut.

Comments
  • user

    AUTHOR Salma Fuadiyah

    Posted on 11:14 pm 23 September 2018.
    Balas

    Kenangan yg sangat indahhhhhh. So sweet bangettt :3 suasanya waktu disana bener2 so sweet

  • Leave a Reply

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    View Comments (1) ...
    Navigation