Adjie Purbojati Blog

Opiniku

7 Catatan Penting Dalam Membangun StartUp Digital

Posted on .

7 Catatan Penting Dalam Membangun StartUp Digital

Introduction

Malam ini agaknya saya kembali dituntut untuk berfikir lebih keras daripada biasanya. Acara Ignition 2 yang merupakan rangkaian acara Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Minggu 18 September 2016 kemarin memberikan banyak sekali pencerahan akan pertanyaan yang seringkali muncul dalam benak saya. Banyak sekali hal yang dapat saya terapkan dalam perjalanan panjang membangun StartUp yang sedang saya jalani.

Dalam acara itu, ada beberapa panelis yang membuat saya menyadari bahwa dalam membangun StartUp, kita juga harus memikirkan kebergunaan-nya untuk bangsa ini. Indonesia yang terdiri dari 17.508 gugusan pulaunya, dari Sabang-Merauke, sangat bergantung pada generasi muda. Buat apa bikin Startup jika hanya untuk mengikuti arus trend, yang dimana-mana sedang hangat diperbincangkan. Buat apa jika saya membangun Startup jika niat utamanya adalah hanya untuk memperkaya diri sendiri, atau bahkan merusak lingkungan di Indonesia. Saya sadar bahwa jika dari awal niat saya baik, untuk memecahkan masalah yang selama ini ada, maka jalan saya akan dimudahkan. Berikut ini saya tuliskan beberapa catatan yang menurut saya sangat berguna sekali untuk diri saya pribadi atau bahkan juga untuk diri Anda dalam mengembangkan sebuah Startup.

1. Niatkan untuk memecahkan masalah, bukan untuk memperkaya diri sendiri

Hal ini kelihatannya sepele, namun saya merasa ditampar begitu keras ketika mendengarkan pernyataan tersebut dari Mas Andri. Karena begini, jika sedari awal niatan kita membuat Startup adalah untuk memperkaya diri sendiri, maka segala hal tidak perduli itu baik atau buruk akan kita jalani. Tidak perduli itu merugikan orang lain atau tidak, yang penting diri kita untung. Berbeda jika niatan kita adalah untuk memecahkan masalah yang saat ini ada, maka dengan sendirinya bisnis atau keuntungan akan mengikuti.

2. Entrepreneurship adalah pilihan, jika sudah terlanjur basah maka mandi saja sekalian

Ibarat agama, tidak boleh ada satu orangpun yang memaksa kita untuk memilih salah satu agama yang ada. Kita harus percaya dan optimis terhadap pilihan kita. Dan jika kita sudah memilih, maka kita harus menjalankannya sebaik-baiknya hingga selesai. Begitu pula dengan Entrepreneurship. Tak ada paksaan dalam keluarga maupun lingkungan saya untuk memilih jalan ini. Namun saya merasa saya sudah berada di dalam lingkaran Wirausaha tersebut, maka saya harus melanjutkannya dengan sepenuh hati dan tak boleh ada keluhan.

3. Gagal adalah wajib, maka kita harus bersyukur jika masih gagal

Hal ini adalah yang paling sulit bagi saya. Gagal itu sakit. Dan jika kita gagal, pasti banyak sekali omongan-omongan yang tidak enak diluar sana yang berusaha untuk menambah rasa sakit yang kita alami. Namun begini, saya seringkali mengalami kegagalan, Anda pasti juga sama. Memang kegagalan tidak selamanya yang besar-besar, namun gagal di hal kecil juga namanya kegagalan bukan? Saya pernah tidak naik kelas waktu kelas 2A Madrasah. Saat itu saya sembunyikan Rapor hasil belajar dari orangtua. Saya katakan kepada mereka bahwa saya belum menerima Rapor. Saya sembunyikan dibawah kasur tempat tidur. Namun dua bulan kemudian ternyata hal itu ketahuan oleh Ibu. Setelah lulus dari Madrasah, saya baru sadar, bahwa andai saja saat itu saya naik kelas, mungkin saya tak bisa apa-apa, saya pasti tidak bisa mengikuti pelajaran di tingkat yang lebih tinggi. Maka saya percaya selalu ada hal/hikmah yang bisa di ambil dari suatu kegagalan. Setuju?

4. Inovasi tetap harus jalan, namun jangan sampai kehilangan fokus pada bisnis awal

Nah, Anda pasti pernah sudah optimis pada bisnis A namun ketika ditengah jalan ketemu ide bisnis B, Anda menjalani juga bisnis B, yang pada akhirnya gagal semua. Jujur saja pasti pernah, saya sih pernah. Pelajaran yang bisa saya ambil pada hal tersebut adalah saya harus bisa menentukan skala prioritas apa yang akan saya kerjakan. Jika sudah menemukan prioritas utama, maka seluruh jiwa dan raga saya ada disana. Bukan tidak mungkin ada inovasi ditengah jalan kan? Biasanya saya mendelegasikan orang yang saya anggap cukup kompeten, untuk menjalankan inovasi tersebut. Tentu dengan sedikit sentuhan dari saya.

5. Bekerjalah secara tim, memangnya Anda Superman?

Pada saat-saat awal saya membangun Startup, saya sudah menjadi CEO. Ya, Chief Executive Everything. Semua saya jalankan sendirian. Namun setelah Startup milik saya berjalan, saya mulai kuwalahan dengan posisi saya saat ini. Maka dalam Igniton 2 kemarin saya sangat mengamati tentang tim tiap Startup yang memberikan penjelasan. Saya mulai memahami cara mencari Co-Founder yang tepat dan membentuk tim yang solid. Karena saya percaya bahwa Tim adalah kunci kesuksesan sebuah Startup.

Dalam mendirikan Startup, Anda butuh Superman. Namun untuk mengembangkannya, Anda butuh sekumpulan Power Rangers. Anda mau jadi Rangers warna apa?

 6. Mulai Berfikir “Who you know?” bukan lagi “What you know?”

Memang pengetahuan akan semua hal adalah penting. Namun saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari Bung Hiro Whardana (CEO Codeinc). Dalam mengembangkan bisnisnya dia amat sangat terbantu oleh teman-teman yang ia kenal dahulu ketika masih kuliah. Bahkan orang-orang di dalam bisnisnya banyak yang diisi oleh teman-temannya dulu. Maka hal tersebut juga saya yakini dan masuk akal juga. Karena jika kita banyak kenal orang, akrab dengan banyak orang, maka ketika kita membutuhkan sesuatu akan sangat terbantu.

7. Terakhir, pendanaan bukan tujuan utama

Hal ini sudah tertanam dalam diri saya, bahkan sebelum acara Ignition 2 ini berlangsung. Saya menganggap pendanaan ini adalah sebuah “hutang” yang kelak harus dibayar oleh penerima pendanaan tersebut, bahkan berkali-kali lipat. Banyak yang tidak tahu hal tersebut, makanya ada yang ditanya, mau buat Startup apa? Mau buat ini biar dapat pendanaan. Lah!. Namun tidak salah juga sebenarnya jika mendapat pendanaan. Namun bagi saya sendiri, saya akan menerima pendanaan untuk Startup yang saya miliki hanya kelak jika sudah benar-benar berjalan dan benar-benar membutuhkan uang lebih.

Negara ini ini memiliki puluhan juta rakyat yang cinta terhadap negaranya. Negara ini memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Namun hal tersebut tiada berguna jika kita sebagai warna negara yang lahir di tanah NKRI tidak bisa memanfaatkannya. Saya melalui Gerakan Nasional 1000  Startup Digital sudah memulai aksi untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik. Anda?

 

Adjie Purbojati

Adjie Purbojati

https://purbojati.my.id/

Adalah seorang mahasiswa yang berusia 19 tahun. Dia suka nge-blog semenjak kelas 2 SMP. Dan sampai sekarang masih berkutat dengan hal tersebut.

Comments
  • user

    AUTHOR sutoro.web.id

    Posted on 10:48 pm 21 September 2016.
    Balas

    josss banget gan, komen dulu baru baca… :3

    • user

      AUTHOR Adjie Purbojati

      Posted on 9:14 pm 22 September 2016.
      Balas

      memang agan ini selalu luar biasa

  • Leave a Reply

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    View Comments (2) ...
    Navigation